Selasa, 27 Desember 2016

Marketing Mix

Pengertian Marketing Mix
Secara bahasa adalah Bauran Pemasaran, sedangkan menurut istilah marketing Mix adalah strategi pemasaran yang di laksanakan secara terpadu atau strategi pemasaran yang di lakukan secara bersamaan dalam menerapkan elemen strategi yang ada dalam marketing Mix itu sendiri.
Menurut pakar marketing dunia yaitu Kotler dan Amstrong pada tahun 1997 berbunyi : “Marketing mix as the set of controllable marketing variables that the firm bleads to produce the response it wants in the target market”.
Bahasa indonesianya kurang lebih : ” Marketing Mix adalah sekumpulan variable – variabel pemasaran yang dapat dikendalikan, yang digunakan oleh perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan yang diinginkan dalam target pemasaran“.
Marketing Mix sendiri di dalamnya terdapat beberapa elemen marketing kalau jaman dahulu dikenal dengan unsur 4P , namun seiring berkembangnya jaman makin modern kini ada yang mengatakan marketing mix ada 7P artinya ada penambahan Tiga strategi lagi. bukan perkara salah atau benar dari kedua pendapat di atas tapi yang namanya strategi menurut saya kita bebas menambahkan selama apa yang ditambahkan bisa menjadikan strategi pemasaran yang kita lakukan semakin hebat.
Apa saja unsur – unsur marketing Mix baik 4P atau 7P tersebut, berikut disebutkan :
  1. Produk
  2. Price
  3. Promotion
  4. Place
  5. Partisipant / People
  6. Proses
  7. Physical Evidence





Marketing Mix Product
Description: Marketing Mix Produk

Produk sendiri terbagi dua yaitu produk nyata bisa dilihat dan produk tidak nyata atau jasa hanya bisa dirasakan tapi tidak bisa di lihat. Dalam hal produk perlu di perhatikan kualitas, layanan, dll karena konsumen ketika membeli bukan hanya sekedar ingin tapi juga membutuhkan dan harus kita perhatikan kepuasan konsumen terhadap produk yang kita tawarkan.
Produk adalah item yang dibangun atau diproduksi maupun dihasilkan sebuah perusahaan untuk memenuhi kebutuhan konsumen atau kelompok orang tertentu. Produk terbagi menjadi dua bagian atau kelompok yaitu produk berwujud seperti barang dan Produk tidak berwujud seperti jasa.
Pada tahap Marketing Mix Produk kita harus memastikan jenis atau kategori yang tepat dalam menghasilkan produk yang diminati pasar. Jadi, sebelum melakukan produksi dan pengembangan produk, pemasar riset yang ekstensive pada siklus hidup produk atau Produk Life Cycle yang di ciptakan.
Note: Produk Life Cycle ialah suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar.
Description: Produk Life Cycle

Produk memiliki siklus kehidupan tertentu yang termasuk fase pertumbuhan, kedewasaan fase dan fase penurunan penjualan (maturity phase, sales decline phase). Sangat penting bagi pemasar untuk menemukan kembali produk mereka untuk merangsang kembali permintaan lain dari pasar setelah mencapai fase penurunan penjualan. Para Marketer hendaknya memperhatikan betul bagaimana agar bisa membuat produk yang tepat, Ini bisa saja menjadi langkah bijaksana untuk memperluas produk dengan diversifikasi dan meningkatkan kedalaman lini produk bisnis perusahaan atau bisnis yang anda jalankan.
All In All Marketing Mix Product, Seorang pemasar harus bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan “Apa yang dapat saya lakukan untuk menawarkan produk yang lebih baik untuk konsumen bisnis saya agar bisa lebih baik dari pesaing bisnis”.


Marketing Mix Price
Strategi dalam menentukan harga yang kita tawarkan kepada konsumen , karena harga juga penentu apakah konsumen mau membeli produk kita atau tidak. Price (Harga) : Menurut Sumarni dan Soeprihanto (2010:281) harga adalah, “Jumlah uang (ditambah beberapa produk kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya”. Setelah produk yang diproduksi siap untuk dipasarkan, maka perusahaan akan menentukan harga dari produk tersebut.
Kombinasi Harga (Price Mix) : Setiap perusahaan harus dapat menetapkan kombinasi harga (price mix) dalam rangka memajukan promosi penjualan produknya. Kombinasi harga, selalu melibatkan daftar harga, potongan tambahan barang, jangka pembayarannya, dan kredit yang diberikan serta pemberian pelayanannya. Selain itu kebijaksanaan perusahaan yang berkaitan dengan potongan dan kelonggaran adalah hasil pengurangan dari harga dasar atau harga tercatat atau harga terdaftar (listprice). Daya tarik penjualan produk adalah merupakan elemen pokok dari penawaran yang akan dikomunikasikan oleh penjual. Maka dari itu salah satu daya tarik yang akan diberikan penjual kepada pembeli adalah dengan melaksanakan kombinasi harga (price mix). Pengurangan dapat berbentuk harga yang dipotong atau konsesi lain seperti pemberian sejumlah barang gratis. Potongan harga (discount) sering digunakan perusahaan untuk meningkatkan jumlah penjualan dan hasil penerimaan penjualan serta share pasar perusahaan. Perusahaan dapat memberikan potongan harga kepada pembeli yang membeli dalam jumlah besar(quantity discount) atau kepada pembeli yang membayar dengan tunai (cash discount). Begitu pula syarat-syarat pembayaran adalah merupakan strategi harga karena termasuk pertimbangan tingkat pengorbanan yang harus dipertimbangkan langganan atau pembeli akan mempertimbangkan salah satu faktor yang paling penting yaitu penjual atau produsen mana yang dapat memberikan pembayarannya yang paling lunak. Besarnya potongan yang diberikan produsen akan bertingkat sesuai dengan tingkat peranan pedagang dalam mata rantai penyaluran barang.
Secara lebih rinci kombinasi harga (price mix) yang dijalankan perusahaan itu adalah sebagai berikut.: Potongan harga, daftar harga dan tambahan hargaPotongan harga adalah pengurangan dari apa yang tercantum di dalam daftar harga, serta diberikan kepada yang bersedia melakukan sesuatu pembelian produk yang telah disepakati oleh penjual. Pemberian potongan harga dapat berwujud uang, atau tambahan barang. Sedangkan yang dimaksud dengan daftar harga adalah suatu daftar yang berisikan/memuat harga barang-barang untuk kepentingan penjual dan pembeli. Tambahan barang yang diberikan penjual terhadap pembeli ada kemungkinan barang-barang tersebut aus, susut, rusak, adapun potongan potongan harga yang diberikan penjual kepada pembeli, adalah sebagai berikut.
1)    Potongan fungsional(trade or functional discount) Potongan fungsional biasanya diberikan kepada para penyalur.
2)    Rabat : Rabat adalah potongan yang diberikan kepada pembeli dari penjual karena membeli barang dalam jumlah yang banyak. Potongan rabat disebut juga potongan kuantitas (quantity discount).
3)    Kontan (cash discount) Potongan ini, diberikan oleh penjual kepada pembeli karena membeli barang secara tunai atau membeli barang dalam jangka pendek.
4)    Potongan rafaksi adalah potongan khusus yang diberikan penjual kepada pembeli karena adanya perubahan perhitungan berat misalnya; akibat kerusakan yang terjadi selama barang dalam pengangkutan.
5)    Potongan order dini (early order discount) Potongan ini adalah potongan yang diberikan kepada pembeli karena order (pesanan) masih dini. Misalnya 3 bulan sebelum Idul Fitri
sudah pesan barangnya.
6)    Potongan kelompok (group discount) Potongan kelompok adalah potongan yang diberikan kepada pembeli yang dihimpun dalam kelompok (group) atau organisasi.
7)    Tarra, Tarra adalah potongan timbangan pembungkus barang yang diberikan penjual kepada pembeli, karena barang yang diserahkan ternyata barangnya masih terbungkus. Bentuk potongan lainnya adalah: 1) Potongan kuantitas, 2) Potongan dagang, 3) Potongan tunai, 4) Potongan musiman, 5) Kelonggaran promosi, 6) Kelonggaran komisi, 7) Kelonggaran barang
Untuk mengetahui secara jelas arti dan perbedaan dari masing-masing bentuk potongan di atas dapat diuraikan secara garis besar sebagai berikut:
1. Potongan kuantitas (Quantity Discount). Potongan kuantias adalah potongan dari harga yang tercatat yang ditawarkan penjual agar konsumen membeli dalam jumlah yang lebih besar dari biasanya atau bersedia memusatkan pembeliannya pada penjual yang sama. Potongan kuantitas dapat dilakukan dengan menggunakan dua macam cara yaitu:
a. Potongan kuantitas nonkumulatif yaitu potongan yang didasarkan pada jumlah setiap pesanan untuk satu atau beberapa produk, misalnya; pembeli dapat membeli satu unit barang dengan harga Rp1.000,00 tetapi kalau membeli 3 unit yang bersangkutan hanya cukup membayar Rp2.500,00 saja. Potongan kuantitas nonkumulatif ini dapat mendorong pembeli untuk memesan/membeli dalam jumlah yang lebih besar.
b. Potongan kuantitas kumulatif adalah potongan yang didasarkan pada volume total yang dibeli selama satu periode tertentu. Bagi penjual cara seperti ini dapat mengikat pembeli untuk membeli berkali-kali pada penjual yang sama. Tipe potongan ini terutama berguna bagi penjualan produk yang tidak tahan lama, karena konsumen dirangsang untuk membeli persediaan/stok baru secara lebih sering sehingga produk tidak akan basi/layu.
2. Potongan Dagang Potongan dagang sering juga disebut potongan fungsional adalah
potongan dari harga tercatat (daftar harga) yang ditawarkan kepada pembeli yang diharapkan mampu memiliki fungsi pemasaran (yang ikut memasarkan barangnya). Contoh; produsen dapat memberi harga eceran produsen sebesar Rp400,00 dengan potongan dagang sebesar 40% dan 10% yang berarti potongan diberikan kepada pengecer 40% dan kepada grosir 10% dimana pengecer harus membayar Rp240,00 (Rp400 – 40%), sedangkan grosir membangun kepada produsen hanya sebesar Rp 216 (Rp240 – 10%). perlu dicatat bahwa potongan
40% dan 10% bukan berarti bahwa jumlah potongan menjadi 50% dari harga tercatat.
3. Potongan Tunai/Kontan Adalah potongan yang diberikan kepada pembeli karena membayar kontan/tunai dalam jadwal pembayaran yang telah ditetapkan
sebelumnya. Potongan kontan pada dasarnya dihitung dari nilai sisa setelah dikurangi potongan kuantitas dan potongan dagang dari harga dasar. Tujuan dari memberikan potongan kontan adalah untuk mendapatkan dana tunai sebanyak mungkin sehingga dapat mengumpulkan modal kerja dengan cepat dan relatif murah. Dalam praktik di tanah air dewasa ini sering dikenal dua macam pembayaran kontan, yaitu:
- Kontan keras yakni pembayaran kontan yaitu uang tunai pada saat penyerahan barang.
- Pembayaran kontan adalah pembayaran selang beberapa waktu setelah barang diserahkan misalnya dua atau tiga minggu kemudian. Sebagai contoh yang banyak dilakukan dalam praktik khususnya untuk pembayaran kontan adalah pada saat barang diserahkan, pembeli memberikan cek mundur, yakni cek yang baru dapat uangkan ke bank beberapa hari atau minggu dan bahkan belum setelah penyerahan cek. Mengingat bahwa cek mundur biasanya dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran transaksi dagang terhadap para relasi dagang, maka cek mundur dalam dunia perdagangan dianggap sebagai dana tunai. Oleh karena uang tunai bersifat lebih likuid dibandingkan dengan cek mundur, maka potongan keras biasanya lebih besar daripada potongan kontan.
4. Potongan Musiman. Potongan musiman adalah suatu pengurangan harga yang diberikan kepada pembeli yang membeli barang/jasa di kala musim sepi. Potongan musiman memungkinkan penjual dapat mempertahankan produksi yang lebih mantap selama satu tahun. Contoh; pabrik paying akan menawarkan potongan musiman kepada para pengecer pada musim panas untuk mendorong pesanan yang lebih awal.
5. Potongan Fungsional. Potongan fungsional sering juga dinamakan potongan dagang atau trade discount oleh produsen kepada anggota saluran distribusi yang melakukan fungsi fungsi tertentu seperti penjualan ataupun penyimpanan. Produsen pada dasarnya dapat menawarkan suatu potongan fungsional yang berbeda-beda kepada berbagai saluran distribusi karena perbedaan pelayanan yang dilakukan.


Pengertian promosi mix
Dalam lmu manajemen pemasaran adalah: Integrated Marketing Communication to make relationship – Money atau dalam bahasa indonesianya di buat pengertian yang lebih simple ialah : ” bauran atau paduan strategi pemasaran / promosi untuk membangun relasi yang bertujuan untuk menghasilkan keuntungan atau mendapatkan uang dari produk yang kita tawarkan.”.
Sedangkan Pengertian Promosi itu sendiri di artikan sebagai : system komunikasi yang di terapkan untuk membujuk ( persuade ), mengingatkan ( reminder ) bertujuan agar bisa mendapatkan pembeli yang berpotensial sehingga dengan begitu kita akan mendapatkan tanggapan dari target pasar berupa : membeli, menyiarkan kembali, atau menjadi customer kita.
Setelah kita melakukan beberapa hal yang berkaitan dengan kegiatan promosi maka kita akan mendapatkan respon atau tanggapan dari konsumen yang telah kita target melalui promosi, ada beberapa tanggapan yang bisa kita dapatkan dari konsumen diantaranya :
Awareness : mereka menyadari adanya produk atau jasa yang sebelumnya mereka tidak memperhatikan sama sekali.
Knowladge : konsumen jadi bertambah wawasannya atau paham akan produk atau jasa yang kita punya.
Liking : konsumen bisa jadi menyukai produk kita setelah melihat iklan atau promosi yang kita lakukan.
Preferen : Konsumen akan menjadikan promosi kita sebagai bahan referensi atau pilihan untuk membelinya.
Conviction : konsumen akan mendapatkan keyakinan terhadap produk kita dari berbagai aspek manfaat dan kebutuhan mereka akan produk tersebut.
Purchasing : konsumen akan melakukan pembelian atau berusaha untuk memiliki dan lain sebagainya setelah melihat tayangan promosi yang kita lakukan.


Tempat (Place) Marketing Mix
Adalah tempat dimana usaha dijalankan, namun lebih luas lagi dimana “place” tersebut merupakan segala kegiatan penyaluran produk berupa barang ataupun jasa dari produsen ke konsumen (distribusi).
Menurut Philip Kotler distribusi adalah : “The various the company undertakes to make the product accessible and available to target customer”. Berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produknya mudah diperoleh dan tersedia untuk konsumen sasaran. Sedangkan Boom dan Bitner (dalam Dias & Shah, 2009:318), mereka menyebutkan bahwa lokasi pemasaran, terdapat beberapa pemain yang terlibat di dalamnya, yaitu marketing intermediary, channel of distribution, agen atau brokerwholesaler dan retailer, serta logistik dan transportasi.
Place (Tempat) distribusi dalam marketing mix : JIka mengacu dari kedua pendapat diatas, fungsi distribusi disini tak lain adalah untuk memastikan ketersediaan barang dan jasa yang dibutuhkan konsumen pada waktu dan tempat yang tepat. Berbagai saluran distribusi ini merupakan sebuah perangkat yang saling terkait satu sama lainnya dalam proses penyediaan produk/pelayanan untuk digunakan atau dikonsumsi.
Dalam saluran distribusi, semakin banyak perangkat yang digunakan biasanya akan mampu menjangkau populasi yang lebih luas. Semakin mudah produk didapatkan berarti proses distribusi semakin baik, dan penjualan produk berpeluang besar untuk meningkat. Untuk itulah saluran distribusi penting direncanakan dengan matang oleh pemasar.
Pemilihan saluran distribusi secara tepat memang harus dilakukan sejak dalam rencana, untuk mendapatkan hasil yang akurat biasanya para pemasar akan melakukan survey ataupun riset terlebih dahulu. Beberapa bahan pertimbangan yang bisa dijadikan acuan untuk pemilihan saluran disitribusi ini misalnya sifat pembeli, sifat produk, sifat perantara, sifat pesaing dan lain sebagainya.
Sifat pembeli merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keputusan produsen dalam memilih saluran distribusi yang dipakai. Sifat-sifat tersebut bisa berupa perilaku para konsumen dalam mendapatkan produk, bagaimana kebiasaan belanjanya, frekuensi pembelian, letak geografisnya, dan lain-lain. Dari sifat pembeli yang berbeda tentu perusahaan akan mementukan saluran distribusi yang berbeda.
Sifat produk yang didistribusikan juga menjadi salah satu faktor penentu dalam memilih saluran distribusi. Jika barang mudah rusak tentu akan menggunakan sarana distribusi yang berbeda dengan barang yang kuat. Barang-barang yang masa kadaluwarsanya singkat (misal produk makanan) tentu akan berbeda cara menangani distribusinya. Sifat produk lainnya misalkan terkait dengan ukuran, harga, dan sebagainya.
Tak hanya sifat pembeli dan produk, sifat perantara-pun juga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk pemilihan saluran distribusi, karena biasanya para perantara juga berfungsi sebagai pemasar, melakukan penyimpanan, pengangkutan, penjualan, pembelian dan sebagainya. Dalam kasus tertentu biasanya produsen justru melibatkan perantara kedalam saluran distribusi yang dipilihnya.
Cara distribusi yang dilakukan kompetitor juga bisa dijadikan pertimbangan oleh perusahaan dalam melakukan distribusi produknya. Hal ini terkait dengan kompetisi produk agar lebih cepat dan tepat sasaran ddibanding dengan pesaing yang ada. Jika produk yang akan dipasarkan adalah produk baru, maka harus dapat memunculkan strategi-strategi khusus agar dapat menrik perhatian cari calon konsumen.
Menentukan saluran distribusi produk sejak awal memang sangat penting. Dengan memperhatikan berbagai sifat dan karakteristik konsumen, produk, perantara, lingkungan dan yang lainnya, tentu akan bisa mendapatkan saluran distribusi yang tepat dan efektif.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar